Pertama ke Jakarta, Pertama Naik Kereta Eksekutif


Bundaran Hotel Indonesia, Patung selamat Datang, khayat, blog khayat, welcome Jakarta, Jakarta pertama kali, pertama naik kereta eksekutif

Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta

Selasa sore (06/12/2010) aku dibelikan tiket kereta kelas eksekutif oleh rekanku Bung Lamuk. Tiket jurusan Jogja-Jakarta itu adalah tiket terakhir yang tersedia untuk pemberangkatan malam itu, itu pun tiket pesanan yang tidak jadi diambil oleh pemesan. Tiket kereta kelas eksekutif Bima itu didapat pada 19.05 WIB.

Tiket sudah aku pegang, tapi pemberangkatan ular besi (kereta api)  itu pukul 22.10 WIB. Daripada nunggu lama di stasiun, aku putuskan mampir dulu ke tempat temenku Gus Lutfi(24) di daerah Krapyak, Yogyakarta. Setelah ngobrol untuk membuang waktu yang tersisa di Yogyakarta bersama Gus Lutfi, pukul 21.15 aku diantarkan ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Sesampainya di Stasiun, aku menyalakan rokok Marlboro dengan korek kesayanganku pinjaman dari Bung Cito (25), oh ya sebelumnya aku ucapin terimakasih dong sama Gus Lutfi yang setia menampungku selama 2 jam di kosnya, menemani aku ngobrol dan mengantarkan aku sampai stasiun walau pun sambil grimisan, “Maturnuwun Gus Lutfi . . .”

Sambil menghisap racun rokok yang nikmat, aku duduk di ruang tunggu penumpang yang sudah dipenuhi oleh calon penumpang armada kereta api Bima. Aku mengobrol dengan pemuda asal Jakarta yang hendak pulang kampung setelah masa studinya selesai di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Barang yang dibawa cukup banyak berupa pakaian, sound system dan perlengkapan kos lainnya yang bisa terbawa pulang. Selidik punya selidik, ternyata beliau adalah mahasiswa angkatan 2002 dan sudah menikah dengan gadis asal Sukabumi. Beliau mau mudik dulu ke rumah orantuanya, selanjutnya menyambangi istinya di Sukabumi. “Asyik juga yah udah punya istri udah lulus pula, hehehehe”,  kata dalam benakku sambil introspeksi bahwa aku ini angkatan 2005 yang belum bisa apa-apa (hiks :D).

Setelah arloji hitam jadulku menunjukkan  pukul 22.40, kereta yang ditunggu (walau pun telat 30 menit) merapat ke stasiun Tugu Yogyakarta tempat penentianku. Jujur, baru kali ini aku bepergian dengan tujuan akhir Jakarta, sebelumnya sih sudah pernah melewati daerah Jakarta, hanya saja kakiku yang manis ini tidak menginjak tanah Jakarta (alias cuma lewat) dalam perjalanan ke pelabuhan Merak, Banten untuk perjalanan ke Lampung rumah Pakdeku. Saat aku masuk kereta gerbong 3 kursi 11D, aku merasa nyaman sekali. Jujur saja, baru kali ini juga aku naik kereta berkelas eksekutif. Ingat, off the record (jangan di ceritain, ini rahasia kita) loh pengakuan yang memalukan ini.

Gerbong kereta yang dilengkapi AC, kursi empuk, bancikan kaki, kamar mandi bersih, kedap suara bising dan penumpang yang bau wangi membuatku nyaman dan betah di dalam kereta. Nyaman yang kurasa membuatku ingin memejamkan mata, tapi terlihat majalah yang terselip di jok penumpang. Aku baca majalah terbitan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), ternyata menarik isi majalahnya.

Jam menunjukkan pukul 06.30 WIB, aku turun di Stasiun Jatinegara, yang merupakan stasiun pemberhentian pertama di Jakarta dari arah Jogja. “Welcome Jakarta . . . . “, teriakku dalam benak. Aku duduk terdiam menunggu 2 temanku (Bung Lamuk dan Bung Inyong) di kereta Gajayana, setelah 2 jam menunggu aku bersama 2 temanku melanjutkan perjalanan ke stasiun Gambir. Sesampainya di stasiun Gambir, kami sarapan di cafe lantai dua stasiun Gambir. Perjalanan diteruskan ke kontrakan salah seorang pegiat Yayasan Air Putih, Kang Bobo. Secangkir teh terhidang untuk menghangatkan dan mengendurkan saraf-saraf yang tegang setelah perjalanan 530 kilometer.

Jam 12.10 kami menuju ke kantor Yayasan Tifa yang merupakan donor dari beberapa program Lembaga kami (Infest Yogyakarta) untuk ujicoba video-conference pegiat buruhmigran.or.id. Sekitar 3 jam di kantor Yayasan Tifa, kami istirahat di kantor Yayasan Air Putih Jakarta. Sampai tulisan ini dipublikasikan kami masih berada di kantor Yayasan Air Putih.


One response to “Pertama ke Jakarta, Pertama Naik Kereta Eksekutif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: