Perjalanan ke Palangka Raya untuk Lokakarya Pengembangan Mitra 1.0


Cetak Layar aplikasi Mitra 1.0Pada 14-17 Oktober 2011, kami Muhammad Irsyadul Ibad (27) dan Muhammad Khayat (24), melakukan perjalanan ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Tujuan perjalanan kami untuk memfasilitasi lokakarya pengembangan sistem Mitra 1.0, sebuah aplikasi untuk pemantauan REDD+ dan lingkungan hidup. Mitra 1.0 diharapkan dapat menjadi media pengelolaan informasi tentang hutan dan lingkungan hidup berbasis pesan singkat (SMS).Perjalanan berawal dari kantor Infest yang beralamat di Jl. Veteran Gg. Janur Kuning 591 A Umbulharjo, Yogyakarta menggunakan jasa taksi menuju Bandar Udara Adisutcipto. Perjalanan pulang pergi Yogyakarta-Palangkaraya menggunakan jasa maskapai Lion Air dengan rute Yogyakarta-Jakarta-Palangka Raya dan Palangka Raya-Surabaya-Yogyakarta. Kami berangkat terbang dari Yogyakarta pukul 14.45 WIB menempuh satu jam perjalanan. Sesampai di Bandar Udara Soekarno-Hatta kami menuju ke loket rumah makan cepat saji, sembari menunggu penerbangan menuju Palangka Raya pada pukul 19.25 WIB. Kami sampai di Bandar Udara Tcilik Riwut Palangka Raya pada pukul 22.30 WIB karena terjadi keterlambatan pemberangkatan dari Jakarta selama dua jam. Menurut keterangan penumpang yang biasanya melakukan penerbangan malam dari Jakarta ke luar Jawa, kerap terjadi keterlambatan pada jam-jam penerbangan terakhir. Selanjutnya kami memesan dan mengantri jasa transportasi taksi menuju Hotel Amaris. Di tengah perjalanan ke Hotel, kami mampir membeli 3 bungkus makan malam, dua untuk kami dan satunya untuk sopir taksi karena menunggu kami cukup lama.
Sesampai di Hotel Amaris, kami menuju resepsionis untuk meregistrasi kamar yang memang sebelumnya sudah dipesankan oleh Kemitraan. Kami menyantap hidangan bungkusan makan malam dengan menu ikan bawal masakan Jawa di ruang makan yang letaknya dekat lobi Hotel. Kemudian kami beristirahat di kamar Hotel, mengumpulkan energi untuk acara di pagi harinya.

Pagi hari (15/10/2011) pukul 07.30 kami dihubungi oleh Bu Ari dari Kemitraan, beliau menginformasikan bahwa sopir yang menjemput kami telah siap dan sudah berada di lobi Hotel. Kemudian kami berangkat  diantar sopir ke Gedung Training Center REDD+ Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya. Di tempat Lokakarya, sudah ada beberapa peserta yang hadir walaupun belum semuanya. Setelah semua peserta hadir, pada pukul 08.30 acara dimulai. Acara dibuka dengan pengantar oleh Oeban Hadjo dari Kelompok Kerja Sistem Hutan Kerakyatan (POKKER-SHK). Peserta Lokakarya adalah perwakilan dari 11 organisasi yang fokus pada isu penguatan masyarakat, hutan dan perubahan iklim yang diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Yayasan Petak Danum, Kapuas, Kuala Kapuas, 1 orang
  2. Yayasan Tahanjungan Tarung, kapuas, Kuala Kapuas, 1 orang
  3. ED Walhi kalteng, Palangkaraya, 1 orang
  4. Perhimpunan Teropong, Palangkaraya, 1 orang
  5. Yayasan Cakrawala Indonesia, Palangkaraya, 1 orang
  6. Kelompok Kerja Sistem Hutan Kerakyatan (POKKER SHK), Palangkaraya, 2 orang
  7. PW Aliansi masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Tengah, Palangkaraya, 1 orang
  8. Lembaga Dayak Panarung, Palangkaraya, 1 orang
  9. Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK), Kabupaten Katingan, 1 orang
  10. Serikat Petani Karet Mantangai Hulu, Kec. Mantangai, Kabupaten Kapuas, 1 orang
  11. Kelompok ARPAG Kapuas, Kabupaten Kapuas, 1 orang

Lokakakarya Pengembangan Sistem Mitra 1.0 berjalan selama dua hari (15-16 Oktober 2011). Pada hari pertama fokus pada penguatan isu perubahan iklim, diskusi dan pengelolaan informasi. Pada hari kedua, penguatan kapasitas tentang pemanfaatan social media, praktek penggunaan sistem Mitra 1.0 dan rencana tindak lanjut.

Fasilitator pada Lokakarya ini adalah Muhammad Irsyadul Ibad (Ibad) dan Muhammad Khayat (Khayat) sebagai co-fasilitator. Ibad bertugas menggali informasi dan mengajak diskusi setiap peserta, sedangkan Khayat bertugas membantu fasilitasi dan mendokumentasikan dalam bentuk catatan dan foto kegiatan.

Pada diskusi hari pertama, terdokumentasikan peta peserta organisasi dalam fokus organisasi, kegiatan organisasi, pandangan organisasi tentang REDD+, dan strategi organisasi untuk pemantauan REDD+. Aktifitas dan peran yang akan dibagikan/dikontribusikan untuk organisasi lain juga tercatat. Setiap organisasi didorong untuk berbagi dan bekerja kolaborasi untuk pemantauan perubahan iklim, khususnya di Kalimantan Tengah. Pada hati itu juga peserta diperkuat kapasitasnya dalam pengelolaan informasi dalam bentuk media berita artikel maupun berita atau laporan SMS. Peserta dipancing kritis dan teliti dalam membuat sebuah informasi yang akan dikemas dalam keterbatasan jumlah karakter yaitu sebanyak 160 karakter. Peserta didorong untuk belajar lagi tentang teknik jurnalistik.

Lokakarya hari kedua (16/10/2011) bertempat di Hotel Amaris. Berpindahnya tempat Lokakarya dengan alasan kebutuhan akses internet untuk praktek pemanfaatan social media dan penggunaan sistem Mitra 1.0 (http://borneoclimate.info). Dalam sesi ini peserta diajak berefleksi tentang sisi lain pemanfaatan social media selain untuk sebatas update status. Alur proses penggunaan sistem dan pengaturan hak akses sistem Mitra 1.0 dipaparkan oleh Khayat. Kemudian setiap peserta diajak mencoba menggunakan sistem Mitra 1.0, mulai dari mengirim laporan SMS, menyebarkan SMS ke daftar Phonebook, membalas laporan Masyarakat. Peserta bisa melihat setiap pesan yang masuk dan teroublikasikan akan langsung terpampang pada website borneoclimate.info.

Dalam rencana tindak lanjut, seluruh peserta sepakat melakukan kerja kolaboratif untu memanfaatkan sistem Mitra 1.0 dalam hal pemanfaatan online maupun dalam dunia nyata untuk pemantauan perubahan iklim di Kalimantan Tengah. Selanjutnya disepakati satu bulan kedepan akan diselenggarakan Lokakarya ke tingkat akar rumput tentang sosialisasi REDD dan FPIC, yaitu di tiga Kabupaten: Katingan, Kapuas, dan Seruyan. Lokakarya ditutup dengan kesepakatan setiap organisasi berbagi dan bekerja kolaboratif. Semoga bisa dilakukan terus menerus.

Makan malam setelah selesainya Lokakarya kami nikmati dengan penuh rasa kebersamaan, karena semua peserta makan malam bersama di Rumah Makan Wong Tcilik dengan menu masakan khas Jawa, serasa kenduri di Pulau Jawa. Sembari makan malam terjadi obrolan-obrolan non formal untuk kedekatan personal dan penggalian pengalaman antar individu.

Istirahat malam terakhir di Palangka Raya sangat nikmat karena setelah dua hari berkutat dengan materi dan perumusan masalah. Pagi harinya (17/10/2011) sekitar pukul 09.00 kami checkout dari Hotel Amaris setelah sarapan terlebih dulu. Kami mampir dulu selama dua jam di Kantor POKKER-SHK untuk berdiskusi santai sebelum ke Bandar Udara Tcilik Riwut. Dalam diskusi tersebut, ada Oeban Hadjo, Made, Rony dan kami berdua. Setelah jam menunjukkan pukul 11.00 kami menuju bandara menggunakan taksi yang sama ketika perjalanan dari Hotel ke Kantor POKKER-SHK. Penerbangan dari Palangka Raya pada pukul 11.40, kemudian perjalanan dilanjutkan dari Bandar Udara Juanda, Surabaya ke Yogyakarta pada pukul 15.25. Pnerbangan sempat terlambat karena di Yogyakarta ada rombongan Presiden yang mengunjungi pernikahan putri Sri Sultan Hamenku Buwono X. Sesampai di Yogyakarta kami menuju kantor kami menggunakan jasa taksi Bandara.

Demikian narasi perjalanan dan kegiatan Lokakarya Pengembangan Mitra 1.0 di Palangka Raya untuk pemantauan REDD+ dan perubahan iklim.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: