Lautan Ide untuk Desa di JadulFest


Salah satu panggung Diskusi : "Penerapan TIK untuk Keterbukaan Informasi Publik"

Salah satu panggung Diskusi : “Penerapan TIK untuk Keterbukaan Informasi Publik” (Foto:festivaljadul.desamembangun.or.id)

Senang rasanya terlibat di Festival Jawa Selatan (JadulFest) yang diselenggarakan oleh Gerakan Desa Membangun (GDM) 2-5 Juni 2012 di Desa Mandalamekar, kecamatan Jatiwaras, Tasikmalaya,  Jawa Barat. Ada sekitar 150 Desa menghadiri JadulFest untuk bersama belajar, berpentas, berembug dengan melibatkan banyak pihak.

Selain peserta yang berasal dari belahan dunia Jawa bagian selatan (Jogja-Bandung), ada juga peserta yang berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Baik, kalo ngomongin keberagaman peserta gak ada habisnya, sangat beragam.

Kenapa kok saia merasa senang? Karena saia memperoleh banyak inspirasi, makin mengoreksi diri, memahami berbagai kearifan lokal, bertambah keyakinan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di desa. Di JadulFest juga ada anggota DPRRI (katanya sih tetangga saya), tim Unit Kepresidenan (UKP4), BlankOn Banyumas, dan kawan-kawan blogger.

Acara inti adalah hari Minggu dan Senin (3,4 Juni). Pada Minggu, peserta dibagi kelas-kelas belajar dan terbagi dalam dua sesi, pagi dan siang. Hari Seninnya, ada 2 sesi Rembug Nasional, yang pertama bertema “Pengelolaan Sumber Daya Desa” dan kedua “Kebijakan Desa”. Acaranya seru banget, para Kepala Desa bersama anggota DPRRI dan tim UKP4 duduk di depan panggung sejajar menjadi pembicara. Haha.. seolah terbentuk wacana Desa menggugat Pemerintah Pusat karena Desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun lebih maju dalam berproses. Nah malemnya, ada diskusi business forum yang melibatkan berbagai pihak di luar ruangan.

JadulFest adalah ajang pertukaran ide, lautan ide yang saling mendukung untuk bekerja cerdas memajukan Negeri. Tak kurang juga hiburan dari berbagai kesenian Sunda, Qosidah sampai Dangdut Calung.

Saia sebagai pemuda Indonesia harus berkomitmen untuk selalu kearifan lokal dan berbagi memanfaatkan ilmu pengetahuan. Oh Desaku, aku makin berat untuk meninggalkanmu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: